Akupun sampai di tempat tujuan ku tempat ini adalah tempat hiburan malam , suara musik yang begitu keras cukup menggagu ku yang tidak suka akan kebisingan.
Aku mencoba mencari informasi tentang keberadaan tatgetku, Target ku yang sekarang adalah seorang mucikari dia nampaknya suka menjual anak di bawah umur kepada para p****************g.
"uhh maaf kan aku"
ucap wanita yang menabrak ku dan menumpahkan minumannya yang sedang dia bawa,
Aku yang melihat wanita itu dengan hanya mememakai lingerie pun merasa aneh dengannya, tapi nampaknya dia salah satu pelayan di tempat ini,
"ya tidak apa-apa"
Ucap ku kepada wanita yang nampaknya seumuran dengan ku itu.
"sekali lagi aku minta maaf"
Ucap kembali wanita itu sambil menundukan kepalanya .
"hay apa kau tahu dimana bos tempat ini ?"
Ucap ku yang bertanya kepada wanita yang menabrak ku ini
"Oh jika yang kau magsud itu tuan Adrian dia ada di ruangannya di atas sana"
Jawab wanita itu sambil menunjukan ruangan yang dia magsud kepadaku
"Apa kau mainan baru tuan Adrian ?"
Pertanyaan dari wanita itu ,sungguh membuatku bingung apa yang di magsudnya mainan
"Ahh ya bisa di bilang begitu"
Jawab ku kepada wanita itu agar aku bisa segera pergih dari hadapan wanita ini
Aku pun mulai berjalan menuju ruangan yang wanita itu katakan ruangannya berada di atas tempat hiburan malam ini dan di jaga oleh beberapa penjaga.
"Hy tunggu siapa kau? , kau di larang masuk sini"
Ucap seorang penjaga kepadaku saat sedang mencoba masuk ke ruangan tersebut
"Aku ada urusan dengan tuan Adrian"
Balas ku kepada penjaga itu yang masih mencegat ku
"Ada urasan apa kau dengan tuan Adrian?"
ucap penjaga itu kepadaku
Aku pun teringat kembali omongan dari wanita lingerie yang tadi
"Aku mainan baru tuan Adrian"
Balasku kepada penjaga itu
"Mainan baru ?"
Ucap penjaga itu sambil melihat seluruh tubuhku dengan tatapan yang cukup c***l menurut ku.
"Hmmm baiklah ikuti aku!"
Ucap kembali penjaga itu dan membawaku masuk ke ruangan ini
Aku pun berjalan mengikuti penjaga itu hingga akhirnya aku tiba juga ,tepat di depan pintu ruangan dimana target ku berada
"Tuan ada gadis muda yang ingin bertemu dengan anda"
Ucap penjaga itu sambil membuka kecil pintu itu hingga aku tidak tau ada apa di dalamnya
"Ha gadis muda ? jika dia cantik bawa dia masuk!"
Ucap salah seorang pria dalam ruangan itu yang sepertinya itu adalah Adrian target ku malam ini
"Ya tuan gadis ini sangat cantik"
ucap penjaga itu sambil menoleh ke arah ku
"bawa dia masuk"
Balas pria yang ada di dalam ruangan tersebut
Aku pun di bawa masuk ke ruangan tersebut dan saat aku masuk ,Aku melihat seorang pria gendut dengan rambut depannya yang sudah tidak ada , dan aku yakin dia adalah orang yang bernama Adrian target ku
Aku juga melihat tiga pria lain berada di ruangan ini yang nampaknya mereka adalah penjaga Adrian , Aku juga melihat seorang wanita tanpa busana yang sedang tersungkur di bawah kaki Adrian , nampaknya wanita itu habis di siksa karna terdapat luka memar di tubuhnya .
"Ini dia tuan , kalau begitu saya izin pergih kembali tuan"
Ucap penjaga yang mengantarku dan pergih dari ruangan ini
Datang seorang penjaga adrian ke arah ku dan dia menggeledah tubuhku .
"Hmm dia aman tuan"
ucap penjaga itu setelah selesai memeriksa ku
"Hay kau gadis kecil kemari mendekatlah padaku"
Ucap Adrian kepadaku , Aku pun menuruti kata-kata nya dan melangkah menuju Adrian aku pun melihat wanita yang tersungkur itu menangis dengan mulut nya yang berdarah
"Jadi kau ada perlu apa dengan ku apa kau butuh pekerjaan?"
Ucap kembali Adrian bertanya kepada ku dengan tangannya yang menyentuh rambut ku
"Tidak aku tidak mencari pekerjaan , Aku malah sedang bekerja sekarang"
Ucap ku kepada Adrian sambil menyentuh gelas yang ada di meja Adrian
"huu kau bicara ap,,,"
Sebelum Adrian menyelesaikan kata-katanya, hidung adrian aku hajar dengan gelas yang aku pegang terlihat saat gelas itu hancur terkena hidung Adrian darah di hidung Adrian langsung menyucur keluar , adrian pun sampai terpentar ke arah tembok yang berada di belakang dia
"Hajar wanita sialan itu cepat"
Ucap Adria sambil memegang hidungnya menyuruh ketiga anak buahnya menyarang ku
Terlihat salah satu anak buah Adrian mencoba memukul wajah ku kepalan tangan besar penjaga itu sangat terlihat di depan mataku, namun saat kepalan tangan itu hmpir menyentuh wajahku aku berhasil mengelak dan dengan cepat aku mengambil kerambit yang aku sembunyikan di stoking kaki kiri ku.
Lalu dengan kerambit itu aku menusuk bagian bawah dagu penjaga itu hingga menembus ke dalam mulut nya , darah dari penjaga itu pun mulai menetes ke tangan ku lalu aku cabut kembali kerambitku dari tubuh penjaga itu.
Dua penjaga lain nampaknya terkejut atas apa yang aku lakukan kepada teman nya
"Kurangajar kau jalang sialan"
Ucap kesal salah satu penjaga itu kepada ku dan mereka berdua mulai menyerangku secara bersama-sama , mereka pun mengeluarkan pisau yang ada di saku mereka .
Aku melempar bangku kecil ke arah salah satu penjaga itu untuk menghambat sedikit laju nya , lalu satu penjaga lagi datang menghampiri ku dan mencoba menusuk ku lalu aku menghindar dan kutusukan kerambitku di lengan penjaga itu sampai pisau yang iya pegang jatuh tepat di hadapan wanita yang sedang tersungkur itu.
Lalu kucabut kembali kurambiak ku dari tangan penjaga itu ,lalu aku tusukan kurambiak ku ke tenggorokan penjaga itu hingga penjaga itu terkapar.
Aku sedikit heran dengan wanita yang sedang tersungkur itu dia hanya terdiam melihat apa yang sedang aku lakukan ,sedangkan Adrian sendiri nampak sibuk mengurusi hidungnya yang berdarah itu
Tinggal satu penjaga lagi yang tersisa aku pun saling bertatapan dengan penjaga itu, aku berlari ke arah nya dan mencoba menusuk bahunya namun dia menghindar dan berhasil menangkap tangan ku, lalu leherku di cekik oleh nya dan menyeret ku ke arah tembok, penjaga itu melepaskan kurambiak milikku dari tangan ku dan mengarahka nya kemataku
" Kau benar-benar iblis kecil yang menyusahkan ya! ,,,,,arhhh"
Ucap penjaga itu sambil memuntahkan darah dari mulutnya karna aku berhasil mengambil kurambiak yang aku taruh di stoking kaki kanan ku
Penjaga itu pun tersungkur tak berdaya dan aku pun terusungkur karna sesak sehabis di cekik oleh penjaga itu.
Aku pun mencoba mengatur nafasku kembali dan berdiri untuk menyelesaikan misi ku malam ini, Namun saat aku ingin menghampiri Adrian ternyata, Adrian sedang di tusuk-tusuk oleh wanita yang dari tadi tersungkur itu
Aku yang melihat itu hanya diam menyaksikan wanita itu yang terus menusuk perut gendut Adrian yang nampaknya sudah tewas.
Aku pun membersih kan darah di tangan ku menggunakan air yang ada di ruangan itu , dan aku pun berjalan keluar dari ruangan itu
"Hy apa kau sudah selesai, mainan?"
Ucap bertanya penjaga yang tadi mengantarku
"Iya aku selesai"
Balasku kepada penjaga itu sambil tersenyum