Bab 11. Tak Mau Pulang

1169 Words

Naya buru-buru pergi karena tak mau melihat tubuh pria itu ketika basah. Devan segera mengambil baju handuknya yang ada di kursi plastik dekat situ. Sambil memakai baju handuk, ia melihat Naya membawa anak-anak pergi ke kamar mandi terdekat. Tentu saja Devan tak harus memberi tahu karena Naya sangat hafal dengan seluk-beluk rumah itu. Beberapa saat kemudian, Devan turun dari lantai atas. Ia sudah berpakaian dengan rambut sedikit basah. Naya di ruang tengah sedang menyisir rambut anak-anaknya. Tampak Abdul sedikit cemberut. Melihat Devan datang, Abdul menghambur pada pria itu. "Papa!" Si kecil memeluk kaki Devan sementara Ami hanya melihat saja. Rambut keriting Ami tengah disisir Naya. "Apa kalian lapar lagi? Bagaimana kalau kita makan roti bakar?" "Mau!" Abdul meloncat-loncat sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD