Rasel lari seperti di kejar maling sampai ngosngosan. Rena yang melihat temannya seperti ini mengernyitkan dahinya.
" lo kenapa lari-lari kaya maling aja ? " tanya Rena
" nanti gue critain deh ayo masuk kelas dulu " ajak Rasel
saat mereka sudah duduk Rena langsung menyodorkan air minum kepada Rasel.
" minum dulu dan atur nafas lo biar gak ngosngosan gitu " kata Rena
Rasel menerima minuman tersebut dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.
" sebenarnya apa.yang terjadi ? kenapa lo lari kaya di kejar maling ? " tanya Rena
" Ren hiks...gue takut " jawab Rasel sambil nangis
" eh lo jangan nangis. gue tanya lo kenapa ? kenapa lo malah nangis ? " bingung Rena
" tau gak Ren tadi hampir aja Raka nyium gue seperti bukan Raka yang gue kenal Ren dia sudah berubah dan lo tau jika gue tidak cepat kabur jelas mulut gue udah di cium sama dia " Rasel menceritakan kejadian yang baru saja di alaminya.
Rena seperti tak percaya dan sangat kaget karna setau dia Raka pria baik ya meskipun sering bertengkar dengan Rasel tapi Raka selalu mempunyai batasan atau tak akan melakukan hal- hal m***m atau apalah itu.tapi siapa sangka kalau tadi temannya malah mau di cium sama dia.
" Sel lo gak bohongkan ? setau gue Raka itu baik dan gak pernah berbuat m***m kan. selalu ngejaga lo ya meskipun kalian sering bertengkar " ucap Rena
" lo gak tau aja sebenarnya dia seperti apa. ya kalau di depan orang lain dia emang kelihatan baik tapi lo gak tau aja gimana dia saat sedang bersamaku. dia bisa saja mukul aku kalau aku berbuat salah ,posesif banget dan lo tau ini kali pertama gue lihat Raka seperti itu berkabut nafsu banget. Gue takut Ren....hikz... " cerita Rasel sambil nangis
Rena memeluk temannya tersebut
" sungguh gue gak tau kalau dia seperti itu. kenapa lo gak mutusin dia aja Sel kalau memang dia seperti itu ? " tanya Rena
" gue udah mutusin bolak balik tapi dia tetap aja gak mau putus Ren dan sekarang gue takut Ren " jawab Rasel dengan sesenggukan.
Rena berusaha menenangkan temannya itu ya teman sekaligus sahabat.
" sabar ya Sel kamu pasti kuat ada aku di sini.kamu bisa crita ke aku apapun itu Sel aku siap.mendengarkan apapun itu " jelas Rena
" makasih Ren kamu memang temanku yang baik dan selalu ngertiin aku Ren " dan saat itu pula Rasel melepas pelukannya dengan Rena.
Rena tersenyum hangat kepada Rasel dan menepuk pundak sahabatnya itu .
" kamu pasti bisa jika sudah tidak kuat akhiri saja hubungan.kalian. jika lo terusin yang ada lo nanti dalam bahaya kalau sampai noh anak ngapa- ngapain lo " tutur Rena
Rasel hanya menganggukin kepalanya.