EMPAT BELAS

541 Words
" non tadi siapa kok kayanya bukan den Raka? " tanya mbok minah " iya mbok emang bukan Raka mbok " " tapi mbok lihat- lihat dia ganteng juga non hahahaha " " hahahaha ihh mbok jangan genit " " bercanda non hahahah " Saat itu pandangan mbok minah tertuju pada tangan yang tadi di kompres oleh Gavin. " non tangannya kenapa ? " tanya mbok khawatir " gak apa- apa mbok " jawab Rasel " tapi kenapa bisa biru gitu non " " biasa mbok tadi saya atraksi hahahahah " mereka tertawa bersama sampai tak melihat kalau mama dan papa Rasel sudah berdiri di depan pintu. ya mbok minah sudah seperti keluarga Rasel karna dari Rasel kecil di asuh oleh mbok Minah. mama dan papa Rasel saat itu sangat sibuk dengan pekerjaannya. " wahh happy banget anak mama " ucap mama Rasel sambil berjalan masuk dan ikut duduk di sana di susul dengan papanya juga. " iya dong ma kan harus happy gak boleh sedih kan kata mama " jawab Rasel sambil tersenyum . lalu mama Rasel mengernyit melihat tangan Rasel yang membiru dia langsung bangkit dan duduk di sebelah Rasel. " sayang tangan kamu kenapa ? " tanya mamanya khawatir " gak papa kok ma " jawab Rasel " jangan bohongin mama sayang ayo crita kenapa ? " desak mama Rasel Rasel langsung menundukkan kepala dan terlihat sedih. " lhoo jangan sedih sayang ayo dong crita sama mama " Rasel menganggung dan menarik nafas lalu mengeluarkannya. Rasel akhirnya bercerita semua yang telah terjadi saat di sekolah tadi. bahkan semua orang yang disana sampai terkejut mendengar cerita Rasel. " lalu kamu gak papa kan ? " tanya papanya " enggak pa cuma ini aja pa " sambil nunjuk.in pergelangan tangan yang biru. " untungnya sayang kamu di tolong sama Gavin kalau enggak kamu gimana coba " ucap sang mama " iya ma kak Gavin yang selalu nolongin aku ma. dia baik ma " " dia juga ganteng lo nyonya " tambah mbok minah yang membuat semua tertawa. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore . mbok minah langsung bangkit. " permisi mbok mau masak buat makan malam dulu " titah mbok minah semua menjawab dengan anggukan kepala. " cepat mandi sayang habis itu turun kebawah makan malam " ucap mama Rasel " iya ma " Rasel beranjak dan berjalan menuju kamarnya. saat itu kedua orang tua Rasel masih di ruang tamu. mereka tak habis pikir kalau Raka akan senekat itu. " pa kenapa Raka sampai seperti itu ya ? " tanya mama Rasel " entahlah ma. yang kulihat Raka baik dan sopan tapi ternyata malah setega itu sama Rasel ma " " semoga aja pa besok- besok kejadian seperti itu tak terulang lagi kasihan Rasel" " iya ma semoga saja ma " setelah berbincang cukup lama tak terasa sudah mau adzan magrib mereka buru- buru kekamar dan mandi. setelahnya mereka semua menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. setelahnya mereka baru makan malam bersama. ya mereka tak membedakan antar majikan dan pembantunya jadi mereka makan bersama di ruang makan. baik suster yang jaga adiknya Rasel ,mbok minah , pak satpam dan yang lainnya.mereka makan dengan khitmad. selesai makan mereka pun kembali ke tempat mereka masing- masing ada juga yang ke kamar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD