TIGA BELAS

647 Words
" rumah kamu yang dimana ? " tanya Gavin " nanti dari perempatan lampu merah belok ke kanan kak " jawab Rasel dan Gavin pun mengendarai motornya seperti arahan yang Rasel berikan. "stop kak " teriak Rasel . Gavin langsung menghentikan motornya. saat ini mereka sudah sampai di rumah Rasel. Rasel langsung turun dan kesusahan melepas helmnya. Gavin yang melihat itu langsung membantunya. " makasih kak " " sama- sama " jawab Gavin sambil tersenyum manis . " ayo mampir dulu kak " ajak Rasel " hemz ok " Gavin langsung ikut Rasel msuk ke dalam rumah. yang kedatangan mereka di sambut oleh ART yang bekarja di rumah Rasel. " lho non udah pulang? " tanya mbok minah " iya mbok . mbok tolong buatkan minuman ya buat temenku " perintah Rasel " iya non mbok permisi dulu " jawab mbok minah sambil berlalu pergi kedapur. sedangkan Gavin dan Rasel duduk di ruang tamu. tak lama mbok minah muncul dan membawakan minum untuk Gavin n Rasel. "silahkan di minum nak ganteng " kata mbok minah sambil tersenyum manis. Rasel yang melihat hanya meringis. " eh mbok kok genit gitu hahahah " goda Rasel " duhh non sekali - kali non mumpung ada yang anak ganteng non kapan lagi mbok bisa ketemu hahahah " mereka pun tertawa bersama. " ya sudah mbok permisi dulu mau kebelakang " " iya mbok silahkan. eh mbok mama sama papa kemana ? " tanya Rasel yang menyadari mama dan papanya tidak di rumah. " tuan sama nyonya keluar non tadi sama adiknya non juga " jawab mbok minah Rasel hanya menganggukkan kepala. " maaf mbok boleh saya minta handuk kecil dan air di baskom ? " tanya Gavin Rasel yang mendengar langsung menatap Gavin dan memicingkan matanya. " buat apa kak ? " tanya Rasel penasaran " nanti kamu tau." jawab Gavin " boleh ganteng bentar aku ambilkan dulu " mbok nah langsung kembali ke balakanh menyiapkan apa yang di minta tamunya itu. setelahnya mbok minah langsung kembali ke ruang tamu dan memberikan baskom dan handuk kecil itu ke Gavin. " ini nak ganteng" ucap mbok minah sambil mengulurkannya. Gavin langsung menerimanya " terimakasih mbok " ucap Gavin sambil tersenyum. " sama- sama nak ganteng " jawab mbok minah sambil tersenyum juga . " ya sudah mbok kebalakang dulu kalau butuh apa- apa panggil mbok aja " " baik mbok " mbok minah langsung kembali lagi kebelakang mengerjakan tugasnya. Gavin langsung meraih tangan Rasel. lalu dia mengompresnya. Rasel langsung melototkan mata tak seperti tak percaya. Ternyata air dan handuk yang.di minta tadi untuk mengompres luka memarnya di pergelangan tangan. " ka...kak makasih banyak yaa " ucap Rasel tergagap . " jangan makasih trus dong " goda Gavin sambil tersenyum " lha trus gimana kak ? " tanya Rasel polos Gavin tertawa melihat Rasel yang polos. " kok malah ketawa sih kak emang ada yang lucu " " iya kamu yang lucu hahahah " jawab Gavin sambil ketawa Rasel langsung memukul lengan Gavin karna reflek. " eh maaf kak " kata Rasel sambil meringis " iya gak papa " jawab Gavin setelahnya Gavin fokus untuk mengompres tangan Rasel. " masih sakit ? " tanya Gavin khawatir " udah enggak kok kak " jawab Rasel. " maaf ya tadi aku benar- benar telat untuk membantumu " " ih enggak kak...malah makasih tadi kakak udah bantu aku kak. Gavin menganggukan kepala sambil mengelus puncak kepala Rasel. Jantung Rasel di perlakukan seperti itu rasanya mau copot. setelah Gavin cukup lama mengompres dan melihat Rasel yang sudah tak kesakitan lagi. Dia memutuskan untuk pamit pulang karna hari juga sudah sore. " Ya udah aku pulang dulu ya " kata Gavin " iya kak makasih banyak pokoknya kak" jawab Rasel " yah mulai lagi deh makasihnya hahahah " " ih kak Gavin " kesal Rasel setelahnya Gavin juga berpamitan pada mbok minah. lalu dia segera pulang ke rumahnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD