pagi hari seperti biasa keluarga Rasel sarapan pagi bersama.
saat itu rasel matanya bengkak sekali karna semalaman dia habis nangis. entahlah rasa apa yang di rasakan. di satu sisi dia dulu ingin putus dari Raka tapi lihat Raka sama cewek lain kenapa dia Sedih. dan parahnya semalam Raka tak mengirim pesan kepada Rasel. begitu Rasel tak mengirim pesan kepada Raka karna Rasel gengsi.masa iya cewek hubungin cowok duluan.
semua sudah duduk di meja makan tinggal nunggu Rasel datang. Rasel langsung duduk di samping kanan papanya. papa Rasel menyadari sesuatu. karna semalam mama Rasel sudah crita semuanya.
" sayang matanya kok bengkak ? habis nangis yaa ? " tanya sang papa
" enggak kok pa mungkin di gigit lebah jadi gini " jawab Rasel .
" lebahnya jahat ya nak sampai mata kamu di gigit bengkak gitu nanti papa cariin lebah yang banyak ya biar matanya gak bengkak hahahah " ucap sang papa
" ih papa mau bikin anaknya di gigit lebah sampai bendol- bendol gitu ? " jawab Rasel
" sudah sarapan dulu nanti keburu siang " ucap sang mama . mereka makan dalam diam tak ada yang berbicara. Gadis yang biasanya ceria kini murung. sampai sarapan selesai baru papa Rasel memecah kesunyian.
" Rasel berangkat sama papa " kata sang papa
" iya pa " jawab Rasel lemas tanpa ada semangat. karna membayangan nanti di sekolah bertemu dengan Raka. entah dirinya banti bagaimana.
dalam perjalanan ke sekolah Rasel sama sekali tak berbicara hanya diam saja.sang papa jadi khawatir mau bertanya takut anaknya jadi makin sedih. membiarkan Rasel tenang dan siap dulu baru dia akan bertanya. sampai di depan gerbang sekolah Rasel langsung berpamitan kepada sang papap dan turun tanpa adanya semangat
papa Rasel hanya geleng kepala melihat semua itu. sungguh dia juga ikut sedih karna gadisnya yang ceria kini murung dan jadi sedikit bicara.
Saat melangkah masuk ke area sekolah. dia di kejutkan dengan kakak kelas yang kemarin pulang bareng sama Raka.
" haii anak ingusan apa kau baik- baik saja hahahah " kata Sela dengan sombongnya dan jangan lupa dengan geng cendol dawetnya.
" maaf lo siapa gue gak kenal sama lo. dan lagi jangan ganggu gue karna gue gak ada urusan sama lo " jawab Rasel
" udah berani lo sama gue haa " ucap Sela sambil menjambak rambut Rasel
Rasel kesakitan saat Rambutnya di tarik .beruntung saat itu Rena datang.
" Lepasin teman gue " teriak Rena dari belakang
semua memandang Rena dan tersenyum mengejek.
" tak semudah itu untuk melepaskannya hahahah " kata teman Sela
" jangan keterlaluan dia gak ada hubungan sama kalian dia gak ada salah sama kalian " kata Rena menjelaskan.
" siapa bilang gak ada ? gue cuma mau tanya apa dia baik- baik saja sedang cowok idaman dia selama ini yang dia banggakan sekarang jadi gebetan gue hahahaha " kata Sela sombong.
Rasel memberontak berusaha melepaskan rambut yang di tarik Sela dan berhasil sekarang sudah terlepas.
" gue baik- baik saja. jika lo mau dia ambil saja gue gak masalah. lagian bukan hobi gue merebut pacar orang " jawab Rasel dengan senyuman miring .
Sela mengepalkan tangannya.
sedang Rasel mengajak Rena masuk. dia kira Rasel perempuan lemah yang mau di injak- injak ya walaupun semalam nangis tapi sekarang udah lega udah strong lagi .
sampai di kelas mereka duduk di bangku mereka
" gila dia kenal juga enggak main jambak gue aja" gerutu Rasel sambil ngrucutin bibirnya.
" emang geng cendol dawet sok kegatelan sok cantik banget " jawab Rena geram
" sudah jangan di bahas lagi gak penting lagian kita gak kenal sama dia mungkin sebatas tau aja" jawab Rasel acuh
" sesantai itu lo sel ? " tanya Rena lagi
" mau di apain....toh itu udah kebiasaan dia membuly adik kelas bukan." tutur Rasel
" hemz iya juga ya Sel...lo harus hati- hati sel sama mereka " kata Rena
" siap deh pokoknya hahahahh " jawab Rasel
" BTW mata lo bengkak banget Sel ? " tanya Rena
" biasalah " jawab Rasel cuek...
dan akhirnya bel masukpun berbunyi dan kelas pertama akan segera di mulai.