Sedih

456 Words
Rasel masuk kedalam rumah dengan mata berkaca- kaca. ya tadi dia janji gak bakal nangis nyatanya setelah Rena pergi air mata Rasel sudah meggenang banyak di pelupuknya yang seakan udah siap untuk jatuh. " Assalamualaikum " salam Rasel sambil membuka pintu rumahnya " Waalaikumsalam Wr.Wb " jawab sang mama dari dalam. mama langsung berdiri yang saat ini dia sedang bermain dengan anaknya yang ke 2 dan juga susternya. ya Rasel 2 bersaudara adiknya cowok Rafael Namanya. jarak umur mereka sangatlah jauh karna dulu orang tua rasel tak ingin kasih sayangnya pada anak kurang.jadi mereka menunda momongan untuk anak yang ke 2. karna masih mau fokus untuk merawat Rasel dan memberikan kasih sayang yang cukup untuk Rasel. Mama menghampiri Rasel dan Rasel langsung mencium punggung tangan mamanya. " mama hiks..hiks." ucap Rasel seketika mamanya kaget karna pulang sekolah Rasel nangis " kenapa nak ? ada apa ? cerita sama mama sayang " panik sang mama sambil memeluk anak kesayangannya dan menenangkan Rasel. setelah di rasa Rasel tenang mama melepas pelukannya. " Rasel sayang ada apa ? cerita sama mama nak. " kata mama Rasel " mama....hati Rasel sakit ma. hiks..hiks... " Rasel menangis lagi " sayang jangan nangis crita pelan- pelan sama mama ya" mama Rasel sudah mulai khawatir " tadi pulang sekolah aku lihat Raka ma dia sama cewek lain ma. mereka pulang bareng. saat berpapasan pun Raka seperti tak mengenal Rasel ma....hiks... hiks..." crita Rasel sambil nangis " sayang sabar ya..mau bagaimanapun sejauh apapun kamu berencana jika Allah tak menghendaki semua tak akan pernah terjadi sayang " tutur sang mama dengan lembut ya Rasel dan Raka berjanji tidak akan saling meninggalkan dan malah sudah berpikir mau kepelaminan. ( dasar anak- anak zaman sekarang pikirannya udah jauh banget. padahal mereka belum tau kehidupan setelah sekolah dan kuliah. bagaimana sulitnya kerja meraka juga belum tau udah mikir jauh amat hahahah.....) " Mama tau kamu kecewa sama Raka tapi sayang, sedih yang berlebihan itu gak baik lo. mungkin Allah menunjukkan kalau Raka bukan yang terbaik buat kamu sayang. " " iya ma " sambil memeluk erat mamanya " kamu anak mama papa yang kuat bukan?" tanya mama Rasel hanya mengangguk " jadi jangan nangis lagi. semangat untuk seterusnya. walau kamu kecewa tapi kamu tak boleh membencinya sayang " jelas sang mama " sekarang kamu ganti baju ya habis itu makan ya " kata mama " iya ma...adik kemana ma ? " tanya Rasel ya sekarang udah gak nangis lagi memang labil sekali yaa Rasel ini hehehe " itu di depan tv sama mbak Dina sayang " jawab sang mama Rasel berdiri dan berjalan mendekati sang adik yang menggemaskan . di ciumnya pipi sang adik yang gimbul. Mama Rasel hanya tersenyum melihat putrinya tersenyum lagi dan ceria lagi .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD