Aulia Azzahra Aku tidak tahu harus bagaimana menenangkan orang marah. Pengetahuanku tentang lelaki sangat minim karena aku memang tidak banyak berinteraksi dengan lelaki terlebih sampai punya hubungan dengan lelaki. Hidupku terlalu sibuk mencari uang demi bertahan hidup, tidak ada waktu bersenang-senang. Aku hanya menunduk karena tak bisa berucap apa-apa. Bicara salah diam pun salah, tapi aku memilih diam agar tidak terjadi keributan malam ini, Jangan sampai Paman mendengar pertengkaran kami, apalagi rumah berdinding bambu yang tentu saja akan terdengar dari luar. Entah Intan atau bibi pasti sedang mendengarkan pembicaraan kami, mereka tidak akan cuek jika mendengar aku dan Mas Bisma bertengkar. Aku tidak mau keluargaku berpikir buruk tentang suamiku. Aku masih ingat ucapan bibi kala itu

