Part 22

1459 Words

Aulia Azzahra “Suamimu takut jarum suntik?” Aku berjengit saat mendengar sapaan Mas Adri. “Nggak,” jawabku cepat. Aku menutup pelan pintu kamar perawatan Mas Bisma. Sejak dari UGD Mas Bisma belum sadar juga, sadar sebentar lalu pingsan lagi, padahal dokter tidak menyuntiknya. Dokter bilang Mas Bisma tidak pingsan, dia hanya kelelahan karena semalam tidak tidur ditambah kelelahan karena menahan rasa takut pada jarum suntik. Mau tertawa, tapi kasihan. Mas Adri menyeret kursi plastik mendekatkan padaku, sejak tadi aku memang berdiri di dekat pintu sambil mengawasi keadaan Mas Bisma. Rasanya tidak tenang meninggalkannya dalam keadaan begini, mau memberi tahu ibu tidak berani karena Mas Bisma tidak membolehkan. Aku menduduki kursi itu dan Mas Adri duduk di kursi besi yang berada di sepan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD