Beberapa minggu ini Aran merasa hari berlalu terlalu cepat, seakan langit yang dia lihat masih terasa seperti langit kemarin, meski nyatanya tidak. Langit yang dia lihat kemarin entah terlihat di bumi bagian mana saat ini, bukan karena langit yang bergerak, tapi karena waktu dan tanah yang dia pijaklah yang nyatanya selalu berputar. Bukan manusia yang menginginkan untuk beranjak, tapi waktu yang tidak membiarkan seseorang menunggu hingga berlalu dengan sadisnya. "Ngelamun lagi?" Aran yang tenggelam dengan pikirannya dipaksa kembali ke dunia nyata, di mana ketika dia menoleh Varo si manusia dengan senyum kotak khasnya itu berdiri menatapnya dengan wajah lelah. "Udah selesai try out-nya?" bukannya menjawab pertanyaan, gadis itu justru mengajukan pertanyaan lain, membuat si penanya sebelum

