Noel memang berulang kali memintanya untuk tidak khawatir, meski yang terjadi justru kebalikannya. Pemuda itu justru yang mengkhawatirkan orang-orang yang harus dia tinggalkan. Nigi mengerti, meski Noel tidak mengatakannya sekali pun. Dan ketika Noel mendengar kalimat penenang dari kembarannya itu perlahan dia melepaskan pelukannya, menatap ke dalam mata Nigi untuk memastikan kebenaran ucapan yang dijanjikan gadis itu. Sebab di antara semuanya, yang justru paling berat untuk Noel tinggalkan tentulah Nigi. Acara saling tatap dua saudara kembar itu diputus Nigi yang sadar bahwa Noel tidak memiliki banyak waktu. Sekali lagi Nigi memeluk kembarannya sekilas, menepuk sebelah pipi Noel dengan tatapan menenangkan. Mungkin selama ini banyak yang berpikir bahwa Noel yang selalu berada dalam posisi

