38. Tiga Puluh Delapan

1077 Words

Bulan desember di negera yang dikenal dengan pohon maple-nya. Udara mulai sangat menusuk, awal musim dingin yang membuat setiap orang di penjuru jalan tak segan merapatkan mantelnya, memakai baju berlapis, hingga lebih memilih bersembunyi di ruangan hangat yang mereka temui di jalan. Entah itu café, toko, atau tempat umum lain. Sama halnya seperti yang dilakukan Noel. Pria itu tengah asik dengan tumpukan bukunya, duduk nyaman di kursi pojok salah satu café ditemani secangkir latte. Sepasang matanya asik menyusuri setiap baris kalimat yang dia temui dalam buku yang sedang dia baca. Sepuluh menit berlalu ketika sebelah tangannya bergerak meraih cangkir latte yang dirasa sudah ringan, saat matanya melirik untuk memastikan, yang dia jumpai hanya cangkir kosong dengan sisa-sisa warna coklat di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD