“Ngumpul bertiga aja di sini kalian.” Noel menegur, setelah akhirnya bisa keluar dari obrolan yang kebanyakan diinisiasi oleh bapak-bapak kompleks. “Yo, Bro! Selamat menempuh hidup baru.” Varo yang lebih dulu menyambut Noel, mengulurkan tangan dan menjabatnya dengan cara paling klasik. “Thanks, Ro. Makasih juga udah bantuin gue tadi.” “Nevermind… Asal lain kali giliran gue yang nikah lo juga bantuin, gue nggak akan tagih apa-apa sampai hari itu tiba.” Noel terkekeh, menggeleng heran dengan cara Varo untuk membuat orang lain agar tidak merasa berhutang budi padanya. “Selama gue bisa, pasti gue akan bantu kalau saat itu tiba.” Ucap Noel. Pria itu kemudian beralih pada pria lainnya yang juga sudah mengulurkan tangan. “Selamat. Gue harap lo bisa jaga Aran layaknya Ayah dan gue jaga Aran

