59. Lima Puluh Sembilan

1117 Words

“Hai.” Noel bersandar di daun pintu yang sudah dia tutup, menatap lawan bicaranya sambil mengulum senyum agar dirinya tidak terlihat terlalu bodoh jika terang-terangan menunjukan senyumnya. “Hai.” Sambut lawan bicaranya. Siapa lagi kalau bukan Aran—gadis yang sudah resmi menjadi istrinya. Keduanya terdiam setelah menyapa pendek satu sama lain, sama-sama mengulum senyum sebelum tawa itu keluar dari mulut masing-masing. “Hahaha… aneh banget ya rasanya. Kayak—ih, nggak bisa dijelasin deh pokoknya! Kakak jangan kayak gitu ah. Biasa aja kali.” Noel meredakan tawanya, melangkah mendekat ke arah Aran yang berdiri di tepi tempat tidurnya. “Kenapa? Kok aneh… Well, memang aneh, kamu sendiri ngakuin kan semuanya tiba-tiba udah jadi gini. Tiba-tiba kamu udah jadi istriku aja gitu.” “Ppffttt… apa?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD