60. Enam Puluh

1231 Words

“Hah? Memang kenapa, Llo?” Suara Ayah, terlihat bingung dengan sikap putra sulungnya itu. “Kenapa, Kak? Kamu kok tega banget suruh adekmu pergi kayak gitu? Jahat tahu ih. Masa mentang-mentang dilangkahi nikah kamu jadi super tega—” “Nggak. Nggak. Bukan gitu, Bun… Duh, gimana ya bilangnya.” Zillo terlihat frustrasi, sulit untuk menjelaskan apa yang ada di kepalanya. “Ah, Zillo aja yang pesanin hotel untuk mereka selama seminggu. Hotel terbaik pokoknya, tapi Ayah dan Bunda yang bilang kalau ini hadiah buat pernikahan mereka. Deal?” Ayahnya langsung menggeleng, bukan tidak setuju, tapi karena tidak mengerti kenapa putranya tiba-tiba bersikap seperti ini. “Tunggu, tunggu. Kenapa memangnya? Apa yang salah sampai kamu kelihatan nggak rela banget sih mereka tinggal di sini dulu? Kenapa meman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD