Benar saja kata Papi. Keesokan harinya ketika Noel memberanikan diri menyampaikan pilihannya untuk melanjutkan pendidikan master profesi di McGill University Kanada selepas makan malam, Mami langsung histeris. Untung saja hari itu Nigi pulang ke rumah, jadi meski kembarannya itu juga segan menerima keputusan sang kakak, mau tak mau Nigi harus berada di pihak Noel agar proses meminta restu ini tidak memecah dua kubu. Walau pun enggan menerima keputusan Noel, Nigi tidak ingin maminya makin keras kepala dan melarang Noel pergi hanya karena merasa ada yang satu kubu dengannya. Nigi memang kurang setuju, tapi bukan berarti dia merasa berhak untuk menahan kakaknya untuk tetap tinggal. Bagaimana pun Nigi tahu kapasitasnya, masa depan Noel adalah apa yang pria itu putuskan dan jalani, sedikit pun

