Pintu ruangan beruansa putih itu diketuk. Memancing sang penghuni untuk teralih fokusnya dari layar komputer yang sejak tadi dia tekuni. Pria berjas putih dengan id card "Emran Diandri" itu memutar kursinya hingga menghadap pintu ruangannya, sebelum bergumam "Masuk..." dengan suara yang ramah. Pintu terbuka, menampakan sesosok remaja dengan rambut sebahu yang awalnya hanya menampakan separuh wajahnya. Begitu melihat senyum ramah yang sudah dilihatnya beberapa kali sosok itu kemudian membuka pintu lebih lebar, hingga keseluruhan tubuhnya kini terlihat. "Loh, Aran? Memang kita ada jadwal konseling hari ini?" Yang ditanya mencibik, tanpa diminta menempati kursi yang berhadapan dengan meja sosok yang lebih tua. "Mas lupa siapa yang ganti jadwalnya kemarin?" "Ah, ya! Maaf, saya lupa kalau k

