TOKM03

1059 Words
Beberapa menit kemudian akhirnya Zanna datang dengan wajah tanpa dosanya dia tersenyum-senyum seakan tak berbuat salah. “Lu dateng-dateng nyengir lu! Ga mikir lu! Gua sampe udah mateng disini! Nungguin lu sendirian!” oceh Fara menatap ke arah Zanna sambil menyipitkan matanya dan melipat legannya. Zanna yang merasa di tatap dengan tatapan penuh emosi seperti akan memakan Zanna hidup-hidup membuat Zanna yang tadinya tersenyum berubah menjadi binggung dengan sikap Fara yang sangat emosional. “Lu ngapa! Emosi banget! Ga biasanya lu begini! Gua telat 30 menit doang padahal! Biasanya juga gapapa!” jawab Zanna sambil memeringkan kepala lalu menyipitkan matanya menatap Fara. Dengan tingkah konyolnya Zanna dia mencoba merayu Fara agar tidak marah lagi kepadanya, karena suasanya sangat tidak menyenangkan jika hanya berdiam-diam saja. “Lu kenapa sih Far!” tanya Zanna sambil menoel-noel tubuh Fara. “Lu tuh lama banget! Bosen gua nunggu lu kayak orang gila sendirian aja!” ketus Fara. “Yailah yaudah maaf deh! Katanya lu mau cerita! Katanya lu punya gosip!” ucap Zanna mengalihkan topik. “Bisa aja lu ya! Ngalihin topik!” sindir Fara. “Yailah gua berteman sama lu berapa lama sih! Masa iya gua gatau sifat lu!” coloteh Zanna. “Bacot lu ah!” geram Fara dengan tatapan matanya yang sinis. “Udah ayo buruan sih cerita gua kepo nih!” “Iya kemarin tuh doi gua di utus buat di kantor cabang, katanya cuman 2 bulan doang!” kata Fara. “2 bulan mah bentar! Yailah lu kalo gabut ada gua tenang! Manja banget lu di tinggal 2 bulan kayak yang mau di tinggal mati aja! Sampe gua yang jadi sasaranya!” ujar Zanna. “Ya 2 bulan bagi gua mah lama! Gua kan biasa ketemu tiap hari terus selama 2 bulan gua ga ketemu! Apa yang di rasa coba!” rengek Fara. “Ya ... mau gimana lagi! Sono kalo lu mau, lu ngomong tuh sama bosnya dia! Jangan sama gua!” keluh Zanna. “Ya masalahnya tuh gua kan kurang di kasih sayang dari dia! Biasanya suka di elus-elus kepala gua di cium kening gua! Selama 2 bulan ga di gituin!” papar Fara. “Duh lu lebay banget sih! Dan gua yang ngelus-ngelus rambut lu! Terus gua jambak habis itu! Awokwokwok!” canda Zanna. “Lu jahat banget sama gua! Gua merana lu kok malah ketawa!” geram Fara. “Yailah gua bercanda doang kali!” ujar Zanna tak enak hati. “Yaudah sekarang mah lu tuh have fun aja dulu sama temen-temen! Kan klo ada doi lu, lu gabisa kesana kemari sama gua! Sibuk aja sama doi lu! Gunain lah waktu 2 bulan buat kita have fun!” saran Zanna. “Iyaudah dah gua gamau mikirin doi dulu, bener juga sih! Yang lu bilang! Yaudah kalo gitu kemana rencana kita besok! Atau lu besok ada urusan!” tanya Fara. “Ga ada sih besok! Eh gimana kalo lu bantu gua cari tau tentang seseorang aja gimana?!” ajak Zanna. “Emang lu mau cari tau tentang siapa!” tanya Fara. “Udah nanti aja besok! Intinya mau apa ga aja dulu!” ledek Zanna. “Iye deh serah lu aja! Cape gua ngomong sama lu!” kata Farah dengan pasrahnya. Fara dan Zanna selain mengobrol mereka melanjutkan hobbynya yaitu berbelanja, berbeda dengan Danita baru menyelesaikan tugasnya di kantor sore ini, Danita yang merasa cukup lelah dengan pekerjaannya hari ini memutuskan untuk segera pulang. Danitapun sudah berjalan meninggalkan ruanganya, kini Danita berada di dalam lift seorang diri, saat lift yang di naikin danita sedikit lagi akan tertutup Azura menahanya karena Azura ingin pulang juga. Danita yang melihat ini pun membuatnya harus menyambut Azura dengan wajah tersenyumnya meskipun kali ini Danita sangat tidak b*******h untuk tersenyum karena energinya sudah habis membutnya memaksakan dirinya sendiri untuk tidak memperlihatkan dirinya yang sudah tidak semangat lagi. “Eh bapak ... mau pulang juga pak!? Sapa Danita dengan senyuman palsunya. “Hehe iya, tidak perlu tersenyum jika tidak ingin senyum!” jawab Azura. Mata Danita langsung membulat sempurna mendengar ucapan Azura, bagaimana bisa dia tau apa yang di pikiran Danita. “Hah .. emang muka gua keliatan banget lagi malesnya apa! Tau dari mana dia isi pikiranku!” ucap Danita dalam hati. “A a ... ga kok pak! Saya itu udah ihklas banget senyum sama bapak?!” bela Danita. “Ga kok bukan muka kamu yang keliatan males, saya hanya tau saja! Tidak usah di pikirakan dari mana saya tau pikiran anda!” sambung Azura. “Oh maaf pak! Kalo saya menyinggung anda!” ucap Danita dengan binggungnya. “Gapapa! Ayo keluar! Udah terbuka tuh pintu liftnya!” ajak Azura. “Yaudah pak saya pamit pulang ya pak!” ucap Danita sopan. “Iya hati-hati di jalan!” ujar Azura. Danita yang berjalan dengan langkahnya yang lemas akhirnya sampai juga di parkiran mobil dan segera memasukin mobilnya, setelah masuk Danita duduk terlebih dahulu mengatur nafasnya sambil melamun memikirkan bagaimana bisa pak Azura mengetahui isi kepalanya. Untuk beberapa saat Danita kemudian menyalakan mobilnya lalu bergegas untuk pulang, setelah sampainya dirumah Danita menyiapkan air hangat untuk merendam tubuhnya yang lelah. Berbeda dengan Azura yang bisa dengan mudahnya memenjamkan mata lalu berpindah tempat ke tempat yang dia inginkan, saat ini Azura sudah berada di rumahnya sedang meluruskan tubuhnya yang sedikit lelah, Azura tidak tinggal sendiri di rumah melainkan ada seseorang yang selalu menemanin Azura yang bisa dengan enaknya hadir dan hilang semaunya. Sebenarnya Azura rindu dengan tempatnya di istana dulu tidak seperti sekarang ini! Dia harus bekerja untuk mendapatkan hidup yang layak! Di istana Azura bisa bersantai apapun yang dia maupun tercapai dengan mudahnya, meskipun kehidupan di istana tidak begitu menyenangkan tapi Azura selalu ingin kembali! “Kapan aku bisa kembali ke istana!” tanya Azura kepada pengawasnya. “Anda tidak akan bisa kembali ke istina yang mulia!” jawab pengawas Azura. “Lho kenapa begitu! Bukan kah aku di hukum hanya sementara! Sampai aku bisa merubah sifatku!” protes Azura. “Iya betul yang mulia! Cuman saya tidak tau itu kapan! Semua terserah kepada raja!” jawab pengawas azura. “Untuk saat ini teruslah bersikap baik yang mulia! Agar raja bisa memerintahkanku untuk mengajakmu ke istana kembali!” usul pengawas. “Tapi aku sudah sangat lama berada disini! Apa ini tidak cukup!” rengek Azura. “Saya tidak tau yang mulia, saya hanya menjalankan tugas saja disini!” jawab Pengawas azura.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD