Wisuda pun akhirnya tiba juga, rasa haru dan bangga campur aduk. Saya rindu memakai ilmu dan semua kemampuan saya untuk melayani Tuhan tetapi di sisi lain saya juga rindu mencari uang untuk orang tua saya yang notabene memang hidup dalam ekonomi pas - pas an. Kebetulan ada formasi PNS ( pegawai negeri sipil ) karier ini sangat di buru oleh kebanyakan besar masyarakat. Sebenarnya saya mau tapi sepertinya tidak mungkin karena waktu memasuki perkuliahan saya mantab untuk merubah nama saya. Sedangkan jika mendaftar PNS harus ada berkas SD - SI, sedangkan ijazah terakhirku lain namanya dari SD - SMA. ini gara - gara kisah di SMP dulu, saya begitu down karena bully dari guruku sendiri. Seandainya saja orang- orang terdekatku adalah orang- orang yang bijaksana, dan hati- hati dengan ucapannya pastilah sekarang saya bebas secara finansial dan menjadi berkat bagi keluarga dan banyak orang. Guruku oh guruku perkataanmu sangat tajam, dan sangat dalam melukai hatiku. Mudahan tidak ada lagi guru sepertimu di dunia ini, karena itu bisa menghancurkan masa depan generasi masa depan. Jika Tuhan izinkan saya menjadi guru, saya akan menjadi guru profesional, tidak arogan sepertimu. Saya akan perhatikan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Ingatlah bahwa ketika kita di izinkan Tuhan memiliki suatu jabatan, itu berarti ada tanggung jawab yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan sesama, jangan semena- mena