Ah, kamu salah, Mas. Justru kamu melakukan banyak pelanggaran. Ternyata, Mas Seno tidak mengakuinya. Aku mundur selangkah. Ada suara berdebum cukup kuat. Cinta langsung menoleh, menatapku yang baru saja menyenggol pot bunga. "Siapa disana?" Terdengar suara Mamanya Mas Seno. Cinta menepuk dahi, kembali menggenggam tanganku. "Mama ikutin Cinta." Ini kesalahan yang benar-benar fatal. Kenapa aku pakai menyenggol pot bunga segala? Bisa ketahuan semuanya. "Assalammualaikum, Nek." Aduh, Cinta malah mengajakku masuk ke dalam rumah. Apakah tidak ada cara lain? Kenapa harus pakai masuk ke dalam rumah? Mama Mas Seno menjawab salam, kami masuk ke dalam rumah. Jantungku sejak tadi berdetak kencang. Cinta salim pada Mama Mas Seno, menatap Mas Seno sebentar, kemudian ikut menyaliminya. M

