"Ngapain? Kurang kerjaan banget, deh." Cinta lebih dulu melarang Devan. Aku ikut mengangguk. "Kamu suka sama si Anggun itu, Dev?" Jantungku berdegup kencang, berharap Devan menjawab tidak, tapi bagaimana kalau dia menjawab iya? Adikku tidak menjawab, kelihatan sekali, dia sedang menimbang-nimbang apakah aku akan menyetujui perkataannya nanti. "Kalau Devan suka sama Anggun gimana, Mbak?" "Berhenti, Om. Cinta jalan aja ke rumah." Aku langsung menoleh ke belakang. Wajah Cinta memerah. Dia pasti tidak menyetujui perkataan Devan tadi. "Lho, memangnya kenapa?" Devan tidak menghentikan mobilnya. Dia tidak mau mengikuti perkataan Cinta. Sungguh, aku tidak habis pikir dengan Devan. Kenapa dia bilang seperti itu, padahal dia tahu aku dan Cinta tidak menyukai Anggun. "Selama Om Devan

