Alasan Devan

1164 Words

Aku masih duduk di kursi, mendengar kabar yang tadi diberitahukan oleh Devan, itu benar-benar mengejutkan. Siapa sangka, Anggun benar-benar tiada. Secepat itu. Wow. "Ma, ayo. Katanya mau lihat Tante Anggun dikubur." Mendengar itu, sedikit tersentak. Aku mendongak, menatap Cinta yang sudah siap dengan pakaian hitam dan kerudung. Buru-buru aku beranjak. Kami memang akan melayat, untuk melihat Devan saja disana. "Ayo." Aku sudah selesai bersiap-siap. Mengajak Cinta untuk berdiri. Kami naik taksi menuju rumah Anggun. Sebenarnya, aku tidak tahu Anggun akan dimakamkan dimana. Tapi kalau menurut perkiraan Cinta, Anggun akan dimakamkan di rumahnya. "Benar, kan, Ma." Rumah Anggun cukup ramai. Memang ada bendera kuning di depan perumahan. Kami berdua turun dari taksi. "Tutupin muk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD