Kamera itu Ternyata Disembunyikan

1262 Words

Kami akan berangkat besok. Kebetulan, kata Aksa, sidang perceraian kedua akan berlangsung satu minggu lagi. "Ma, kira-kira kamera di rumah diletakkan Tante Anggun dimana, ya?" Aku menoleh ke Cinta. Kami sedang bersantai di ruang keluarga. Sedangkan Devan mandi, dia memilih menginap disini. "Gak tau juga. Harusnya Bi Asih tahu, tapi hebat juga dia nyembunyiinnya." Apalagi, setiap hari Bi Asih membersihkan rumah. Tidak mungkin ada yang terlewat aku rasa. Ponselku berdering. Dari Amel. Mau apa dia meneleponku? "Halo, sahabat lamaku." Terdengar suara Amel dari seberang sana. Aku menghela napas, dia memang sudah tidak aku kenali lagi. "Kenapa?" tanyaku singkat, Cinta mencolek bahuku, meminta menghidupkan loudspeaker. "Akhirnya si Anggun meninggal, tanpa campur tangan kita. Ah, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD