"Anggun!" Suara Mas Seno terdengar keras sekali. Aku terdiam di tempat. Awalnya, aku tidak mengira, kalau Anggun akan memberitahukan ini semua lebih awal. Sepertinya, Anggun sedah lelah dengan statusnya yang selalu disembunyikan. "Kenapa, Sen? Kamu gak mau mengakui aku? Aku capek pura-pura terus. Aku mau dikenal juga sama Mama kamu, bukan cuma jadi istri simpanan." Wow. Berani sekali Anggun mengatakan itu. Wanita itu maju beberapa langkah, berhadapan denganku. "Kamu pasti terkejut, 'kan, Firly? Suami yang sangat kamu cintai ini, menikahi aku. Kamu punya madu, Firly." Sayangnya, aku sudah tahu. Aku tersenyum tipis. Melipat kedua tangan di depan d**a. Sebuah rahasia terkuak. Sungguh, aku bingung harus senang atau sedih sekarang. "Be—benar itu, Seno?" Semua pandangan beralih

