Giliran Amel

1234 Words

"Pasti, Ma. Firly pasti akan menceraikan Mas Seno." Aku mengangguk mantap. Inilah akhir dari pernikahan kami. Cinta memelukku dari samping. Kami sempat mengobrol, membicarakan beberapa hal. Setelah itu, Cinta mengajakku pulang. Kami akan segera mengurus surat perceraianku dan Mas Seno ke kantor keagamaan. Saat membuka pintu ruangan, aku sempat melirik Mas Seno. Kemudian mengajak Devan untuk pergi. "Kamu bisa keluar dari rumahku sekarang, Mas." Aku menatap Mas Seno, berdiri di hadapannya. Mas Seno mengernyit, kemudian beberapa detik setelahnya, dia tertawa. "Kayaknya kebalik, deh. Kamu yang harusnya keluar dari rumahku." Mas Seno melipat kedua tangannya di depan d**a. "Ah, biar kamu menikmati dulu tinggal disana. Mungkin, setelah kita bercerai, aku baru akan mengambil alih sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD