Melaporkan Pelanggaran

1272 Words

"I—itu pas Seno lagi main ke taman dekat rumahku. Kita lagi ngurusin soal pekerjaan." Oh, ya? Aku tersenyum tipis. Sandiwara yang buruk. Terlihat jelas sekali, Amel menghindari kontak mata denganku. Dia menjawab sambil menunduk. Di foto itu, terlihat jelas sekali Amel bersama dengan Mas Seno. Mereka berdua sedang ada di taman. Memang cukup jauh, tetapi Devan memotretnya dengan baik. Wajah mereka berdua sama-sama terlihat jelas. Aku mengetuk-ngetukkan jemari ke meja. "Serius? Kamu mau jujur atau tetap bohong sama aku?" Mungkin, menguji Amel adalah pilihan terbaik. Dia tidak mau jujur sejak awal, padahal dia tinggal mengatakan yang sebenarnya padaku. "I—iya, itu serius, Fir. Masa kamu gak percaya sama aku. Aku gak mungkin ngambil suami kamu, lah. Orang kanu sahabat aku sendiri."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD