Kami langsung pulang ke rumah, setelah dari kantor Mas Seno. Bi Asih langsung menghampiri, saat aku membuka pintu mobil. "Bu, tadi Bapak datang ke rumah." Aku langsung menoleh. "Ngapain, Bi?" Bi Asih menggeleng. "Saya juga gak tahu, Bu. Cuma sebentar, habis itu pergi lagi." "Papa masuk kemana tadi, Bi?" Cinta ikutan bertanya. Dia sudah keluar dari mobil. "Ke kamar aja, Non." Buru-buru aku masuk ke dalam rumah. Pasti ada yang diambil oleh Mas Seno atau dia kelupaan sesuatu? Ah, tidak mungkin. Pasti ada yang diincarnya. Cinta membantuku mencari sesuatu itu, Devan juga ikutan bergabung. Hampir setengah jam, tidak ada yang hilang sepertinya. Aku menyeka peluh di dahi. Mengangkat bahu. "Udahlah, mungkin cuma ngambil barang yang ketinggalan. Mama mau mandi dulu, sebentar lagi Nen

