"Ma, Cinta berangkat dulu, ya." Cinta mencium punggung tanganku, kemudian melambaikan tangan. Dia naik ojek ke sekolah. Hari ini, Cinta ujian sekolah. Dia sudah lumayan sibuk. Aku menyapu halaman depan, sesekali memperhatikan rumah tetangga yang baru saja pindah. Ya. Ini sudah tujuh bulan setelah aku dan Mas Seno bercerai. "Eh, Ibu gak ke toko?" Bi Asih tiba-tiba muncul di sebelahku, membuatku sedikit kaget. "Habis ini langsung ke toko, Bi." Setelah selesai menyapu, aku bersiap-siap ke toko. Toko kueku berkembang pesat. Sekarang, kehidupanku terjamin. Aku tidak tahu soal nasib Mas Seno, setelah kami bercerai. Mama Mas Seno pun tidak tahu keberadaannya dimana. "Mbak, pesan bolu gulung satu, ya." Ah, rezeki pertama. Aku mengangkat wajah, menatap pembeli pertamaku hari ini.
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


