Bab 23

1183 Words

“Ke mana Safir?” tanya Retno masih belum melihat putra bungsunya, ketika semua orang sudah berada di meja makan. Tidak mungkin Idha belum memanggil putranya itu, karena Lintang saja sudah duduk manis di samping Rama. Ada perubahan formasi tempat duduk di meja makan malam ini. Rama yang biasanya duduk di antara Retno dan Ario, kini meminta berada di samping Lintang, juga Raga. Apa saja yang telah dilakukan kedua orang itu di siang hari sehingga Rama bisa menempel seperti itu dengan Lintang. Bahkan, Eni yang sudah mengasuh Rama sejak tiga tahun terakhir, tidak lengket seperti itu. “Safir mendadak ke luar kota,” terang Raga. “Tadi sore sempat nelpon Mama, tapi hape Mama nggak aktif.” “Keluar kota lagi?” Retno berdecak ketika mengingat Safir kerap pergi ke luar kota belakangan ini. “Memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD