“SAFIR.” Tidak lama setelah seruan keras itu terdengar, tubuh Safir tertarik paksa, dan terlempar jauh dari sofa yang diduduki oleh Lintang. Safir terjengkang dengan b****g yang lebih dulu menyentuh karpet yang tergelar luas di depan televisi. “MAS!” Jelas saja Safir balas menghardik. Ia tidak terima diperlakukan dengan kasar, apalagi sampai terjatuh seperti sekarang. Tidak hanya Lintang yang melihatnya, tapi ada Eni serta Rama yang terpekur di ujung tangga lantai dua. “Jaga sopan santunmu di depan Lintang,” kata Raga sudah berdiri di depan gadis itu. “Dia istriku. Jadi otomatis dia itu jadi kakak iparmu.” Safir berdecih seraya bangkit dan berdiri tegak. Ini kali pertama, Raga bersikap kasar padanya. “Istri? Kakak ipar? Bullshit!” “Jaga bicaramu, Fir,” tekan Raga sekali lagi. Raga men

