"Papa!" Tiba-tiba terdengar suara anak kecil, yang membuat Aland dan Rheiny menoleh ke arah suara itu berasal. "Papa!" teriaknya sekali lagi sambil melambai ke arah Aland. Baik Aland maupun Rheiny terpaku dalam diam dan hening. "Pergilah!" ucap Rheiny. Rheiny dapat melihat raut wajah Aland yang berubah. "Bukankah dia memanggilmu 'Papa' barusan?" kata Rheiny pelan. Namun rasanya sakit sekali. "Pergi dan hampiri anak itu. Dia hanya seorang anak yang ingin bertemu dengan papanya. Meski kita belum tahu kebenarannya, tapi tolong bersikap baiklah pada anak itu!" pesan Rheiny pada Aland. Hatinya sakit, tapi jauh lebih sakit saat dia mengatakan hal yang tidak ingin dia katakan. Munafik jika dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Bagaimana mungkin ada seorang istri yang akan baik-baik s

