"Aah, maaf!" ucap Rheiny dengan sedikit membungkuk. Rheiny juga menyembunyikan paperbag berisi makanan dibalik tubuhnya. Rheiny tidak ingin membuat wanita yang ada di hadapan Aland sampai salah paham dengan kedatangannya. "Sekali lagi, tolong maafkan ketidak sopanan saya. Saya permisi!" Rheiny segera menutup pintu ruangan tersebut. Ada sedikit rasa di dalam hatinya. Entah apa, dia tidak mengerti. "Saya duluan," sapa Rheiny pada pada sekretaris yang duduk di depan pintu Aland dan wanita itu tersenyum padanya. "Nyonya, kenapa Anda di sini? Jika ingin bertemu Tuan, Anda bisa mengikuti saya," ucap Tanu masih belum mengetahui kalau Rheiny sudah masuk ke dalam ruangan Aland dan melihat hal yang tidak seharusnya dia lihat. "Kami sudah bertemu tadi. Aku pergi dulu," ucap Rheiny biasa saja. D

