Sudah lama. Sudah lama hubungan mereka seperti ini. Tak ada perubahan, masih sama. Masih saling diam dan mencoba menghindar, lebih tepatnya Alvaro yang melakukan itu semua. Sekeras apapun Pelangi mencoba mendekat, sekeras itu pula Alvaro akan menghindar. Lelaki itu kini melangkahkan kakinya menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya, tentunya dengan wajah datarnya. Sejak sedikit bermasalah dengan Pelangi, lelaki itu kembali pada sosok aslinya. Si cowok datar tanpa senyuman. Sebenarnya tak aneh, namun kesendirian lelaki itu selama ini yang justru membuat semuanya bertanya-tanya. Pelangi dan Alvaro bagai prangko, bagai mie kuah yang harus ada disaat hujan turun. Mereka tak pernah terpisahkan. Namun, aneh kini justru mereka dipisahkan. Entah oleh apa, yang jelas mereka sudah terpisahkan.

