Suara gemericik air yang jatuh dari langit kelabu membasahi bumi ini menjadi temannya yang tengah termenung dihadapan layar laptop yang dibiarkan menyala tanpa ada sesuatu pun disana, kecuali satu ketikan. Pelangi. Benda itu menyala, namun si empunya tak juga memperhatikannya. Pikirannya tengah berkelana, memikirkan satu nama yang senantiasa melekat dihatinya. Suasana hatinya selalu tak berselera, tak pernah ada lagi senyuman yang tercipta dari bibir merah muda disana. Yang ada, hanya kemurungan semata. Cukup lama situasi itu terjadi, bahkan sejak dirinya menginjakan kaki di negeri ini. Ceklek ... Pintu kamarnya terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya yang hanya bisa menghela napas pelan melihat keadaannya. Sedangkan, dia masih diam, masih belum sadar ada sang ibunda yang te
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


