*** Siang sudah berganti malam. Langit cerah sudah berganti gelap. Dan orangtuanya masih belum juga ada tanda-tanda akan pulang dari acara mereka. Entah kemana sebenarnya mereka pergi, dia sendiri tak tahu karena tak diberi tahu secara detail kemana perginya. Yang jelas, mereka sibuk, ada urusan. Sudah itu saja. Dia menghela napas kasar, kemudian beranjak dari ranjangnya menuju balkon kamar lalu duduk di sofa kecil yang ada disana. Dia bersandar, menatap langit malam yang lumayan cerah malam ini tanpa ada bintang satupun yang menghiasi. Dia memainkan ponselnya, mulai menjelajah isinya. Jemarinya membuka kontak telepon dan langsung mencari kontak seseorang, namun dia tak menemukannya. Dia lupa kalau Alvaro sampai saat ini masih belum mengirimkan nomor handphone Genta juga. Dasar, lelak

