Ketika Barbara masuk, pintunya tidak terkunci. Langsung saja dia menghampiri Jhon dan menaruh piringnya di meja, tepat di samping sarapan milik pria yang dilihatnya sedang kesakitan. “Jhon, kau kenapa?” tanya wanita itu langsung memegang punggungnya. “Aku merasa kalau makan sendirian itu lebih menyakitkan ketimbang bersama teman,” jawabnya. “Huh?” Barbara pun bingung. Apa aku tidak salah dengar? Apa maksudnya? tanya Barbara dalam hati. Tidak lama kemudian Jhon yang meringkuk kesakitan sekarang sudah duduk lebih tenang dan meneguk air minumnya. Barbara melirik aneh, berulang kali alisnya berkerut. “Kau mengerjai aku, Jhon?!” tanyanya sambil mendorong lengan kirinya. Jhon langsung tersenyum. “Kau memberikan sarapan, tapi tidak menemaniku. Padahal kau hari ini juga libur. Apa salahnya

