"A... ada apa?!" tanya Tio panik, mendekat ke ranjang, melihat Ray, bergantian melirik Yeye yang berdiri dengan kedua tangan di depan perut, mata tertutup, ekspresi wajah jelas nampak kesal. Ray sudah menghadapkan tubuhnya ke arah yang berlawanan dengan tempat Tio dan Yeye berdiri, takut salah bicara hingga Yeye merusak alat rumah sakit dan menganggu perawatan Ray. Yeye melotot kesal pada Tio, refleks Tio melangkah mundur. Beberapa menit kemudian mereka saling diam, suster memasuki ruangan, mengganti perban di kepala Ray, mengingatkan batas jam besuk pada Yeye dan Tio. "Hei, kau masih tak mau cerita?" tanya Yeye kembali. Tio duduk di hadapan Ray, berlawanan arah dengan Yeye. "Ah baiklah kalau begitu." Yeye bangkit dari duduknya, meregangkan tubuh, mengeluarkan ponselnya dari kantong ce

