Toko perhiasan yang berada di lantai 4 mall utama yang merupakan salah satu mall terbesar dan terluas di negara ini ramai dipenuhi kerumunan orang-orang dengan pakaian branded, anak-anak sekolah yang sibuk dengan ponsel berlogo apelnya, berserta para pekerja mall yang dandanannya sudah seperti orang mau kondangan, mereka terlihat seperti model kelas atas. Harga-harga pakaian, barang, dan produk konsumsi di mall ini merontokkan kaum ekonomi lemah, membuat kaum seperti itu berpikir 100 kali untuk datang ke mall ini, hasil pemikiran berujung sadar diri, tak kuat untuk hanya sekedar menginjakkan kaki di lantai satu mall, atau bahkan di parkiran mall, tidak sanggup, tekanannya begitu besar. Lily menatap lama cincin di etilase kaca, berdiskusi dengan Ray tentang model cincin tunangan mereka.

