Gadis Dalam Dekapan 1

779 Words

Zeline Quenby Permana, anak bungsu dari keluarga Permana. Zeline gadis yang cantik, pintar dan selalu rendah hati. Mempunyai postur tubuh yang lumayan tinggi, kulit putih, kaki jenjang dan badan yang sedikit berisi memberi kesan seksi untuk gadis itu. Menjadi putri bungsu dari keluarga Permana, adalah suatu kebahagiaan untuk Zeline, bagaimana tidak, dia mempunyai orangtua yang begitu menyayanginya dan dia juga mempunyai seorang kakak laki-laki yang begitu memanjakannya.

Kkrriinngg kkrriinngg

Bunyi alarm jam membangunkan Zeline, dari mimpi indahnya. Zeline melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 05.00, Zeline segera bangun dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Biarpun terkadang masih suka bolong tapi Zeline selalu berusaha memperbaikinya. Orangtua Zeline selalu mengingatkan Zeline agar tak melupakan kewajibannya.

Selesai melaksanakan dua rakaat seperti biasa Zeline langsung menghampiri mamanya yang sudah sibuk didapur karena kebetulan asisten rumah tangganya lagi cuti jadi mama harus terjun tangan sendiri.

"Mama mau bikin sarapan apa?" tanya Zeline yang sudah berada disamping mamanya

"Sayang, mama hari ini cuma mau bikin nasi goreng saja, kamu bersiap-siaplah untuk untuk kekantor" ujar Mama dengan lembut

"Aku mau bantu mama dulu" balas Zeline, mama hanya tersenyum karna mama tau kalau anaknya sudah mau tak bisa dilarang lagi.

"Oh yyaa bagaimana magangmu sayang?" tanya mama

"Lumayan menyenangkan Ma, karyawan disana baik semua sama Zeline, biarpun ada satu karyawan yang nyebelin"

Mama tersenyum sebelum melanjutkan bicara, "Begitulah sayang tidak semua orang seperti yang kita harapkan, tapi Zeline tak boleh membencinya, Zeline harus selalu menghormatinya"

"Iya ma" jawab Zeline singkat "Oh yyaa mama sama papa kapan berangkat keluar negeri?" tanya Zeline

"Sebentar siang sayang, kamu jangan bandel-bandel ya kalau mama sama papa tinggal, kamu harus nurut sama kakak" ujar Mama sambil membawa nasi goreng kemeja makan

"Siap ma, maaf yyaa ma"

"Ya.. sudah kamu ganti baju mama mau panggil papa sama kakak"

Mama pun pergi keatas untuk memanggil papa dan kakak, begitupun dengan Zeline yang ingin berganti pakaian. Setelah beberapa saat mereka berkumpul kembali dimeja makan. Seperti biasa kakak tampan itu selalu menggoda adik cantiknya.

"Hai... anak manja bagaimana magangmu, apa bos tampanmu itu mulai melirikmu? tanya kakak menggoda adiknya

"Aku magang cari nilai bukan mencari lirikan bos" jawab adik ketus

Kakak hanya tertawa kecil mendengar jawaban adiknya, "Masak punya adik cantik tapi gak laku-laku" goda kakak kembali

"Pa... kakak menggodaku terus" adu Zeline ke papa dengan nada manjanya

"Damar..." suara papa yang langsung membuat Damar berhenti menggoda adiknya. yyaa... mengadu kepapa adalah kebiasaan adiknya kalau sudah terpojok

"Oohh yyaa mama sama papa jadi berangkat sebentar siang?" tanya Damar

"Jadi sayang, kamu jangan menggoda adikmu terus selama mama papa tinggal" ujar Mama lembut

"Damar... papa titip Zeline padamu yyaa, jaga adikmu baik-baik jangan pernah menyakitinya" pesan papa dan mereka melanjutkan sarapan mereka. Setelah selesai sarapan Zeline pamit kesemua untuk berangkat kekantor tak lupa dia juga meminta maaf ke mama papanya kalau dia tak bisa mengantar mama papanya kebandara karena pekerjaan hari ini sangatlah padat.

"Ma, Pa Zeline berangkat dulu yyaa, mama sama papa hati-hati yyaa maaf Zeline gak bisa antar kebandara"

"Iya sayang gak apa-apa ada kakakmu yang mengantar papa sama Mama kebandara" jawab papa dan Zeline langsung menghambur kepelukan papa dan lupa juga memeluk mama sebelum dia benar-benar meninggalkan ruang makan.

"Cepat kembali" teriak Zeline setelah dia sampai didepan pintu

Sedangkan disana_ dikantor tempat Zeline magang tak biasanya sang direktur ganteng itu datang lebih pagi. Entah kenapa hari ini dia berangkat pagi sekali. Zeline yang melihat mobil direktur memasuki gerbang kantor langsung lari kecil karna dia tak ingin telat. Mati gue, telat nih gue pak direktur yang super dingin itu sudah datang lagi, ini gue yang kesiangan atau itu direktur yang kepagian" gumam Zeline dalam hati

"Pagi pak bos" sapa satpam dengan ramah setelah pak direktur memasuki kantor sedangkan Zeline sudah terlebih dulu masuk ke ruangannya.

Liandra Adithama Wijaya anak tunggal keluarga Wijaya yang kini menjabat sebagai direktur di perusahaan X.

Dia membangun sendiri perusahaannya dari nol tanpa campur tangan papa nya, dia ingin membuktikan pada papanya kalau dia bisa tanpa papanya. Hubungannya memang kurang baik sama papanya.

Liandra dan papanya sangat berbanding terbalik, tuan Wijaya suka main perempuan dan Liandra sangat membencinya. Dia benci sifat papanya yang suka gonta-ganti perempuan.

Diusianya yang menginjak dua puluh enam tahun ini dia baru satu kali pacaran dan itu pun dia harus merasakan patah hati. Dia di tinggal menikah sama kekasihnya dan dia belum pernah lagi jatuh cinta, hatinya seakan sudah beku.

Sedangkan mamanya nyonya Wijaya, nyonya Wijaya selalu menghabiskan waktunya bersama dengan teman-teman sosialitanya. Berangkat pagi pulang malam, shopping, kumpul-kumpul arisan dan lain-lain.

Liandra tak pernah merasakan lagi hangatnya kasih sayang keluarga, hangatnya makan bersama keluarga. Laki-laki tampan itu sudah lupa semuanya. Dia selalu menghabiskan waktunya bersama Candra, sahabat sekaligus saudaranya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama.

Free reading for new users
Scan code to download app
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeAdd