"Ayo! Hajar saja dia! Anak baru, tapi sudah berani bersikap seenaknya." Terdengar suara dari nara pidana yang memberikan semangat dan tepuk tangan, kepada rekan lainnya untuk menghabisi Bintang. "Coba aja kalau kalian bisa!?" tantang Bintang dengan angkuhnya. Bahkan ia sudah menyingsingkan lengan baju, sebagai tanda siap menerima tantangan tersebut. "Sialan, Lo. Belum pernah nyoba bogem mentah ni orang!" kata bos para napi yang mereka tetapkan, karena sejak awal sudah berkuasa dan ditakuti di tempat ini. Dia terkenal karena kegilaannya di dalam membantai habis seluruh anggota keluarga majikannya. Tidak perduli sudah tua renta, atau malah masih seumur jagung. Kebengisannya itu, membuat orang-orang yang berada di sekelilingnya menjadi takut, jika ia sudah mengangkat bibir dan menganca

