Hari-hari yang Binar dan Ben lalui, selalu penuh dengan canda tawa dan sentuhan hangat. Ben yang nakal, begitu rajin memberikan kejutan untuk Binar. Sementara Binar, semakin pintar mengimbangi otak mesuum milik Ben, yang sudah tertanam sejak dulu. Ben juga sering mengajak Binar bercinta di semua bagian rumah mereka. Terkadang, Binar hanya terkekeh kecil dan merasa malu, tetapi terus saja menyanggupinya. Bagi Binar, Ben adalah sosok yang ia inginkan selama ini. Begitupula sebaliknya, Ben merasa hidupnya sangat berwarna. Setelah enam bulan pernikahan mereka, keduanya belum pernah menjenguk Bintang di rumah tahanan. Bukan tanpa alasan, terakhir kali mereka membesuk, Bintang menyerang Binar dan berteriak seperti orang kesurupan. Sikap itu membuat Ben menolak jika Binar ataupun yang lainn

