Kejutan Berharga

1501 Words

Suasana ramai dan sibuk di kantor, tidak mampu memungkiri perasaan Ben saat ini. Sejak tadi pagi, setelah meninggalkan Binar di kediamannya, ia merasa terganggu dengan rasa yang telah terlanjur tercipta. Entah bagaimana, ia bisa begitu merindukan Binar yang baru saja dipandangi kurang lebih 90 menit yang lalu. Bahkan konsentrasinya buyar hanya dengan bayangan senyum sang istri yang selalu terkesan merayu. 'Binar ... .' Hati Ben berbisik dan raganya merasa seperti tidak punya pilihan lain, selain menumpahkan rasa rindu pada wadah yang tepat. "Apa masih ada yang perlu ditandatangani?" tanya Ben yang ingin menghilang dari tempat kerjanya ini. "Tolong cepat! Saya ada meeting di tempat lain." Sekertaris pribadi Ben menatap heran. Ia merasa, Ben sama sekali tidak memiliki jadwal apa pun,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD