Matahari tersenyum dan berhasil menyilaukan mata. Saat ini, Binar masih terbaring layu di atas kursi panjang di balkon kamarnya. Sedangkan Ben sudah beranjak ke lantai dasar, untuk menyiapkan sarapan spesial untuk wanita tercinta miliknya. Setelah sepuluh menit, wanita bermata safir itu membuka kelopak mata yang besar dan indah. Lalu ia tersadar bahwa hari sudah siang. Dengan sigap, ia duduk dan menyibak selimut tebal yang penuh menyelimuti tubuhnya sejak semalam. Tetapi baru saja kakinya menapaki lantai, ia melihat secarik kertas putih terjatuh bersama gerakannya. "Apa ini?" gumamnya sembari memunguti kertas tersebut. Sadar akan isi yang ditorehkan melalui tinta berwarna hitam, Binar membacanya perlahan. "Ketika pertama kali melihatmu tertawa dengan manja, bahagia dan hasratku pecah h

