Kerinduan Binar

1662 Words

10 tahun kemudian, setelah percintaan hebat yang mendebarkan dan penuh kejutan. Binar yang masih tampak memiliki b****g bulat dan tubuh yang kencang, masih saja mendapatkan tatapan hangat dari suaminya. Sambil menyiapkan sarapan dan membelakangi Ben, ia tersenyum simpul. Bukan tanpa alasan, sejak tadi ia melihat Ben memperhatikan dirinya sambil tersenyum. Saat ini, Ben sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Sebab, Binar mengintip suaminya, dari wajan stainless yang ia bersihkan. "Selamat pagi, Pa, Ma." Sapaan tersebut memecah konsentrasi dan pandangan Ben. Laki-laki yang semakin matang dan penuh energik itu pun, mengalihkan pandangannya dan menatap putranya yang sudah rapi mengenakan seragam sekolah dasar. "Pagi, Ray," jawab Ben dalam senyum. "Bagaimana tugasnya? Sudah diselesaik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD