Kabar Duka

1472 Words

"Sayang, kita berhenti di parkiran luar aja ya!? Sekalian latihan, supaya kamu banyak jalan." "Iya, Ben." Binar tersenyum sembari mengangkat tubuhnya yang semakin berat dari kursi mobil bagian depan. "Sebentar! Biar aku bantu," ujarnya yang bergerak cepat menyambangi Binar. "Pelan-pelan saja!" "Iya, Sayang. Hmmm ... berat badanku bertambah banyak, Ben." "Begitu juga dengan anak kita. Dokter bilang dia sangat aktif," sambung Ben dengan wajah cerah. Ia tampak begitu bersyukur dengan anugerah yang Tuhan berikan untuknya. Istri yang penurut, lembut, baik, santun, setia, penuh kasih sayang, terampil melakukan pekerjaan apa pun, serta rajin tersenyum dan bersyukur. Bagi Ben, Binar adalah wanita sempurna versi dirinya. Langkah terurai bersama senyum. Kaki yang beralaskan sendal flat itu tam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD