2. Teman Tapi Mesra

624 Words
Acara makan pun selesai. Dan Erlangga masih setia menatap wajah manis didepannya. Baginya menatap Melodi tidak akan pernah membosankan. Karena merasa diperhatikan Melodi mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Erlangga dengan malu- malu. Lama keduanya saling tatap sampai akhirnya sama- sama tersenyum. Senyum paling manis dan penuh makna. " Masih mau jalan atau pulang?" tanya Erlangga dengan lembut. Hilang sudah aura dinginnya. Berganti dengan sikap yang hangat. Membuat Melodi merasa nyaman. " Memangnya kamu mau kemana " Melodi balik bertanya. " Kamu ditanya kok malah balik nanya..." " Hehe...soalnya tumben kamu nanya..biasa asal tarik aja " sahut Melodi sambil cengar- cengir. Membuat Erlangga makin gemas. " Ya udah yok...." Katanya kemudian dan langsung menarik lengan Melodi. Sedangkan yang ditarik bukan main gelagapan.... " Aduuhhh....bentar dong Ngga....." katanya sambil menghabiskan minuman dan menyambar tasnya. Sesekali menoleh kebelakang takut ada yang tertinggal. Lain halnya dengan Erlangga yang tetap terus berjalan sambil menarik lengan Melodi menuju kasir. Setelah membayar mereka langsung menuju parkir..dan dalam menit berikutnya motor Erlangga sudah melaju menuju kearah bukit dengan padang rumput yang luas. Ditengah Padang rumput tersebut tumbuh sebatang pohon Flamboyan yang sangat teduh dan sedang berbunga. Bunga berwarna merah bermekaran disetiap ranting pohonya. Menjadikan pemandangan yang sangat indah. Motor Erlangga berhenti dibawah pohon falmboyan tersebut. dan dia langsung turun dan duduk direrumputan. " Sini...." panggilnya kearah Melodi yang sedang duduk sambil melihat sekeliling dengan takjub. dan karah bawah bukit yang menghijau begitu indah. " Eh iya..." Sahutnya langsung mengambil tempat disisi Erlangga.Saat itu Erlangga telah berbaring. "Ngga...kok kamu gak pernah ngajak aq kesini sih...kan kamu tahu aku suka yang seperti ini" kata Melodi sambil cemberut. " Maaf...aku terlalu sibuk. Tapi sekarang sudah ku ajak kan" katanya dengan tersenyum dan kambali duduk disisi Melodi. Karena masih asyik dengan sekitar Melodi tidak sadar kalau Erlangga sudah kembali duduk disampingnya, Saat dia menoleh hendak berkata sesuatu, bibirnya langsung bertemu dengan bibir Erlangga. Dia sangat kaget, tapi tidak dengan Erlangga. Saat Melodi hendak menarik mundur kepalanya, dengan sengaja Erlangga meraih tengkuk Melodi dan menekannya sehingga dengan mudah dia mencium bibirnya..semakin lam semakin dalam. Dan Melodi pun memejamkan matanya terhanyut dalam kelembutan ciuman Erlangga. Sesaat kemudian Erlangga meleplaskan ciumanya, membuat Melodi kaget langsung membuka matanya yang terlihat sayu. Erlangga tersenyum menatap lembut kearah Melodi dan mengusap bekas ciumanya di bibir Melodi. Kemudian menarik kepalanya kedalam pelukannya. Hangat dan nyaman. Itu yang Melodi rasakan. Berada sedekat ini dengan sahabatnya dan barusan berciuman. Melodi masih belum bisa memahami semua. Dia terdiam, memejamkan mata dan menikmati hangat pelukan Eralngga, terasa seperti ada perasaan aneh. Perasaan yang belum pernah dia rasakan selama ini. Tapi Melodi tak mau pusing memikirkan semua itu, ' yang penting aku nyaman denganmu ngga' itu kata hatinya. Sampai menjelang sore, Mereka berdua berbaring dibawah pohon Flamboyan itu. Menikmati angin yang bertiup sepoi, menatap langit biru cerah tanpa ada awan sedikitpun dan burung - burung yang beterbangan kesana kemari menambah kesan romantis diantara mereka berdua. Sampai akhirnya Erlangga menatap arloji ditangannya. Kemudian menoleh kearah Melodi yang masih asyik dengan pemandangan indah tersebut. " Pulang yuk..." katanya dengan lembut sambil menarik Melodi bangun dan berdiri. Dirapikan ya rambut Melodi yang berantakan, lalu kedua tangannya menangkap wajah Melodi dan mencium bibirnya sekilas kemudian berjalan kearah motornya dan memakai helm. Sedangkan Melodi masih berdiri bengong ditempatnya. " Pulang atau mau menginap Mel.." tanyanya kemudian karena masih melihat Melodi berdiri mematung ditempatnya semula. " Haaa...ehh..pulang..." teriak Melodi saking kagetnya karena Erlangga sudah menyalakan mesin motornya. Dia segera naik keatas motor. Karena masih agak bingung dengan keadaan , Melodi malah berpegangan ke punggung Erlangga. Dengan sengaja Erlangga menarik tangan Melodi dan melingkar kan kepinggangnya. " Biar gak jatuh " katanya kemudian. Melodi masih bengong, sampai akhirnya motor melaju meninggalkan bukit Flamboyan menuju kearah tengah kota. dan kembali pulang karena hari telah menjelang sore.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD