Melodi berjalan perlahan memasuki rumahnya, setelah Erlangga mengantarkannya sampai depan pintu gerbang depan.
" Hayoooooo...."
" Aaaaa.....apaan sih loe..." teriak Melodi pada adiknya yang sembunyi dibalik pintu dan berteriak mengagetkannya.
" Diihhhhh yang habis dicium...ehm..ehmmm" goda adiknya.
Dan bisa dipastikan wajah Melodi sudah berubah seperti tomat matang.
" Apaan sih...dasar suka ngintip...awas loe bintitan.." Balas Melodi.
Tapi Radit tidak mau kalah. Dia terus mengolok - olok kakaknya. sampai akhirnya mereka berlarian saling mengejar di ruang tengah rumahnya. Sampai Ibunya yang baru keluar dari dapur kaget bukan main. Karena Radit tiba- tiba berlari dan bersembunyi dibelakang Bu Dina.
" Ma....tolong..." teriaknya
" Aduh ngapain ya....sudah pada gede juga masih kaya anak kecil..." omel Bu Dina.
"Ih Radit tu maa...curanggg..." Melodi merajuk ...cemberut sambil menunjuk kearah Radit.
" Apa......eh ma...mama tau ga...kakak habis dicium..." bisik Radit.
" Haa.,.siapa yang nyium..." teriak Bu Dina Kaget, sejenak kemudian disusul tawa khasnya.
" Ih ..loe ya...." teriak Melodi, sambil berusaha menggapai Radit dibelakang Ibunya.
" Mama....."
" Aduuuuhhh... Radit kok teriak ditelinga Ibu....berisik....lagian kenapa kalau kakak dicium...toh kakak juga sudah dewasa ..sudah waktunya kalau mau menikah..apalagi ..apalagi yang cium kan Erlangga..." Kata mama panjang lebar.
" jadi mama juga lihat..." tanya Melodi sambil cemberut.
" Lihat...emang kenapa to...." kata Bu Dina sambil melangkah pergi kedapur.
Dan Radit berlari keluar sambil tertawa. Tinggal Melodi sendiri yang kesal dengan sikap adiknya. Dia duduk dimeja makan dan mengingat apa yang tadi siang terjadi.
Teringat saat Erlangga mencium dan memeluknya. Dia jadi tersenyum senyum sendiri sambil menopang dagu dengan kedua tangannya.
" Nah Lo....ada yang lagi jatuh cinta rupanya....senyum- senyum sendirian...."
teriak Radit yang entah kapan masuknya, tiba- tiba sudah duduk didepan Melodi.
Melodi kaget dan langsung melotot kearah Radit. Dibalas tawa oleh Radit. Akhirnya Melodi memilih berlari masuk ke kamarnya, daripada dengerin Radit membullynya.
***
Pagi sekali Melodi sudah sampai di kantor barunya. Disini dia diterima bekerja sebagai Staf Administrasi. Dia datang tigapuluh menit lebih awal.
" Pagi..." Sapanya pada seorang Office Boy.
" Pagi juga Mbx...baru ya.." tanya sang office boy tersebut.
" Iya ..mas..eh..gimana ya panggilnya "
tanya Melodi sambil cengar- cengir.
" Panggil Asep aja Mbx...sepertinya juga Mbx lebih tua dari saya" jawab Asep si office boy tersebut dengan ramah.
" Mari saya tunjukan meja mbak..."
" Melodi...nama saya Melodi..." sahut Melodi cepat karena si Asep tampak kebingungan.
" Oh iya...Mbak Melodi ..mari.." mari katanya lagi sambil mempersilahkan Melodi untuk mengikutinya.
" Makasih" ucap Melodi ketika mereka sampai dimeja yang telah disiapkan untuk nya.
" Sama- sama...selamat bekerja.." balas Asep kemuadian panita pergi.
Melodi segera duduk dan berbenah dengan barang- barangnya. Dia sibuk menyusun mejanya. Ketika tlpnya berbunyi.
" Hallo.. Assalamualaikum..." sapanya lembut, begitu melihat nama siapa yang tertera dilayar handphonenya.
" Walaikumsalam, dimana.."
" Sudah ditempat kerja Ngga...ada apa.."
" Enggak ada...Pulang jam berapa.. " tanya Erlangga lagi.
" Kira- kira jam 4...memangnya kenapa Ngga.." tanya Melodi lagi sambil tangannya masih sibuk menata mejanya.
" Oke ...aku jemput ya.." katanya kemudian
" Ga usah Ngga...takutnya kamu repot nanti...aku pulang sendiri saja"
" Aku jemput...Aku kangen kamu" kata Erlangga langsung mematikan handphonenya. Dan sukses membuat d**a Melodi berdebar kencang tidak karuan. Melodi masih berdiri terbengong- bengong sambil berusaha mencerna apa yang baru saja dia dengar. Rasanya masih belum percaya mendengar Erlangga mengatakan kata itu.
Sampai dia tidak sadar ada seseorang dihadapannya. Sampai orang tersebut menyentuh pundaknya dan menyapanya.
" Selamat pagi....aku Susan..kamu baik- baik aja kan..." sapanya.yang membuat Melodi terlonjak dari lamunannya.
" Ah iya...ehh saya . Melodi...saya gak papa kok.." sahutnya gelagapan.
" Ok...meja saya ini dan semoga kita bisa bekerja sama." katanya sambil menunjuk meja di samping Melodi dan terus menyalami Melodi dan tersenyum hangat.
" Semoga..dan mohon bimbingan dan arahanya ya..." balas Melodi sambil tersenyum ceria.
Dan mereka mulai sibuk dengan pekerjaannya karyawan lainpun sudah mulai berdatangan.