Ratih Dewi, citra khayalku, Prana dalam diriku, Yang haus asmara… Nikmatnya b******a… Andika Dewa, Sirna duli Sang Smara, Merasuk sukma, Menyita heningnya cipta… Resah ku jadinya… Prahara nestapa seakan tak kuasa Membendung asmara insan sedang bercinta Gelora asmara di samudra cita Melenakan daku dibuai cinta… Adalah Sang Smara, Sang Dewa Cinta, yang dibakar menjadi abu oleh mataketiga Hyang Shiwa karena mengusik meditasi Sang Mahadewa. “Meski Sang Smara sudah tak mempunyai raga, dia akan tetap hidup. Hidup dalam raga mahluk dunia,” berkata Sang Shiwa. Maka, disebarkalah abu Dewa Smara ke Marcapada, dunia fana. Didorong oleh rasa cintanya, Dewi Ratih, Sang Dewi Asmara ikut menyusul suaminya ke dunia. Smara hidup tanpa wujud dalam hati laki-laki, sementara Ratih bersemayam dal

