Hari pertama Dira memulai aktifitasnya, pagi ini sekitar jam sembilan pagi ia mengeringkan badan anaknya yang, barusan habis mandi. Rencananya mereka akan kenpasar terdekat untuk membeli keperluan seperti pakaian rumah dan perabotan yang tidak di sediakan. Walaupun hatinya terluka namun Dira bisa atasi sendiri, karena untuk mengadupun rasanya percuma dan hampa karena tidak memiliki keluarga. Dira meletakan handuk la mengambil minyak telon un tuk mengusap perut dan belakang anaknya. Kebahagiaan yang membuat Dira menutupi lukanya adalah kehadiran Emah. Dira memulai mengusap minyak telon Setelah itu bedak dan pakai pampers. " Buna..." Panggil Ema sambil tersenyum. Dira yang sedang memakaikan celana mendongak. "Kenapa sayang." cium Dira sekilas di pipi anaknya. "Peyut Emah gede." protesnya

