William membuka matanya, hal yang dirasakannya adalah aroma rumah sakit dan penglihatannya yang serba putih. Will menengok kesamping kanan dan kiri, disofa ada Papi dan Mami lalu Juno dan Emah di depan tv. William mengusap wajahnya pelan. ‘’Sudah bangun?’’ tanya Mami ia melangkah mendekati anaknya ini. William tersenyum dan mengangguk, perutnya terasa perih sedikit. ‘’Yes Mi. ini jam berapa?’’ tanya Will. ‘’Jam sembilan malam.’’ ‘’ Oh gitu, Dira mana Mi?’’ ‘’Ada, dia lagi ngucek bajumu dikamar mandi. Dia nangis seharian! Dia kabur karena dipikir mau lamar Karin padahal salah dengar.’’ Tak lama Dira keluar dengan ember yang diletakan di bawah wastael. William menutup satu badannya dengan selimut. ‘’Mami, Dira pulang ya. Nanti balik lagi.’’ kata Dira dan William mendengarnya.

